Jumat, 31 Oktober 2014

Andai waktu bisa diputar KEMBALI


Apakah kau tak melihat alam ini ikut menangis?
Hujan selalu mengerti keadaan.
Dan aku disini sedang menanti sebuah senandung alunan
yang tergambar pada diriku saat ini.
Pisau tajam pun menggores luka.
Dapatkah kau rasakan?
Tentu tidak.
Hanya aku dan jiwaku yang merasa.
Sebatang kayu mulai rapuh melukiskan harapanku
yang kandas untuk memilikimu.
Apa kabar denganmu yang tak menanti diriku?
Sudihkah kau mengenangku?
Mengenang memori-memori dahulu?
atau mungkin sudah punah.
Aku tau. Siapa aku, dan siapa diriku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar